Posts

SELALU TERLIBAT

Mengajar telah menjadi bagian hidupku. Ia profesiku. Ia adalah aku sejak pertama kali melakoninya di tahun delapan enam saat masih kuliah. Hingga kini kecintaanku terhadap dunia ini makin hari kian bertambah. Mengajar tidak lagi hanya sebagai pekerjaan tapi ia telah menjadi gaya hidup.   Gaya hidup menurutku adalah cara seseorang menghadapi dan menyelesaikan masalah hidup. Gaya hidup itu adalah sesuatu yang melekat erat dalam diri seseorang. Sesuatu yang tidak bisa ditiru karena ia merupakan bagian dari kepribadian pemiliknya. Gaya mengajar berarti cara seorang guru menyampaikan materi belajar. Bagaimana ia mempengaruhi siswanya agar mereka memberi perhatian pada apa yang sedang disampaikan. Dan juga bagaimana siasat yang diterapkan demi menimbulkan kesukaan atau kecintaan mereka terhadap mata pelajaran yang diampu. Aku selalu berusaha untuk terlibat dengan anak-anak setiap kali mengajar. Bagiku itu suatu kewibawaan. Apa yang aku perintahkan aku lakukan terlebih dahulu. Aku p...

A TROUBLE SHOOTER

A trouble shooter artinya seorang pemecah masalah dalam bahasa Indonesianya. Artinya orang yang tidak betah bersahabat dengan masalah. Artinya orang yang suka mencari solusi. Bukan membuat polusi. Bukan pembuat persoalan. Seorang pemecah masalah bukan berarti tidak punya masalah. Mungkin justru orang yang paling banyak dirundung masalah. Sebab setiap insan yang masih hidup di dunia pasti menemui masalah dalam hidup. Hidup yang dijalani sehari-hari. Seorang pemecah masalah tidak mau hidupnya dililit masalah. Orang yang bermasalah atau tanpa masalah pasti ada saja masalah. Hidup memang senantiasa berhadapan dengan masalah. Maka dia menjadi pemecah masalah. Bagaimana seorang pemecah masalah menyikapi masalah yang dihadapi? Pertama tidak tergopoh-gopoh menggocohnya. Tidak juga meremehkan sekalipun hal remeh temeh yang dihadapi. Dia akan mengamati dengan kacamata ketenangan. Sekali lagi, tidak tergopoh mengeksekusi. Tidak tergopoh menyimpulkan. Dia akan berusaha melihat dari segala...

EUREKA!

Aku diminta oleh Abner Bangu Radjah untuk menggantikannya mengajar di SMA Tunas Karya. Dia selain teman juga adalah kakak kelas di FPOK. Aku diminta untuk menggantikannya mengajar Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Olahraga. Ini dilakukannya karena ia harus meninggalkan Jakarta. Ia akan kembali ke kampungnya di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur karena ada suatu urusan keluarga. SMA Tunas Karya berlokasi di Jalan Pelepah Kuning III Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara. Bila dari pintu gerbang utama Pulomas ke arah mall Kelapa Gading maka ia berada di sudut bundaran sebelum berbelok ke jalan Yos Sudarso. Di sekolah ini pernah tercatat tergabung Prof. Kebamoto sebagai salah seorang guru. Waktu itu ia sedang menyelesaikan program strata satunya dari jurusan Fisika UI. Sebelumnya ada Prof. Yohanes Surya yang merupakan ikon olimpiade fisika Indonesia saat ini. Aku diminta menggantikan mengajar di sekolah ini pada akhir tahun ajaran delapan enam delapan tujuh. Saat itu aku seda...

TRAGEDI GROGOL

Aku mulai mengajar ketika usiaku menginjak sebilan belas tahun. Pada waktu itu aku baru memasuki semester lima di FPOK-IKIP Jakarta. Tepatnya pada bulan Juli. Awal tahun ajaran delapan lima delapan enam. Ini merupakan awal karir keguruanku. Aku mengajar dengan alasan: (1) mencari pengalaman sebelum lulus, dan (2) karena aku membutuhkan uang untuk bertahan hidup. Waktu itu aku ditawari oleh Drs. Abner Bangu Radjah untuk menggantikannya. Abner adalah kakak kelasku sejak di SGON Kupang dan di kampus FPOK-IKIP Jakarta. Ia sendiri mengajar Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) di SMPK 2 Penabur yang beralamat di jalan Pembangunan, Jakarta Barat. Lokasinya di samping gedung Gajah Mada Plaza. Kemudian ia pindah ke SMPK Penabur Sun Rise, Jakarta Barat. Dan terakhir sampai pensiun di SMPK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten. Bung Abner, demikian aku memanggilnya pensiun tahun dua ribu sembilan belas.  Tempatku mengajar berlokasi di Teluk Gong, Jakarta Barat. Tempat tin...

RAU KATTU (Bagian III: Jadi Tamu di Ammu Keppue)

Kami berenang dengan ikan besi membelah gelombang samudera selama dua belas jam kurang lebih. Akhirnya kami pun berarak dari dalam perut kapal setelah ia merapat bersandar di dermaga Seba, Sabu. Kami menginjak tanah Sabu pada hari Jumat tanggal 21 Agustus 2020 jam 08.30 wita. Sebelum meninggalkan dermaga, kami harus disemprot desinfektan dan mencuci tangan. Ini adalah prosedur standar protokol kesehatan masa covid-19. Sesudah itu kami menuju Luibali Mehara, Sawu yang berada di bagian barat pulau. Kami perlu beberapa jeda mempersiapkan kendaraan dan membagi kelompok keberangkatan. Sekali lagi kami beriring dengan tiga mobil yang mengangkut rombongan. Kendaraan paling depan dikemudikan oleh Mone Ama . Mobil yang di dalamnya ada Rau Kattu dan beberapa pendamping. Kedua mobil lainnya hanya dibolehkan menyertai mengiring di belakang. Mereka, kedua mobil pengiring itu tidak diperkenankan mendahului kendaraan yang membawa Rau Kattu . Tindakan itu sebagai penghormatan kepada mendiang. I...

RAU KATTU (Bagian II: Keberangkatan)

Ketemu lagi dengan saya, pembaca yang terhormat, setelah tidak tayang beberapa saat. Kali ini saya akan meneruskan cerita tentang Rau Kattu . Yaitu tentang keberangkatan. Proses membawa mengantarnya yang dilaksanakan di hari Kamis tanggal 20 Agustus 2020. Proses Pengambilan/Penjemputan Mendiang Leonarnd Djami dengan nama Sabunya Lakki Jira selama hidupnya berdomisili di Raknamo. Sebuah kampung di sebelah Timur Kupang yang terkenal karena Bendungannya yang keren dan besar. Bendungan Raknamo yang mendunia yang diresmikan awal Desember 2017 oleh Presdiden Joko Widodo. Sedangkan para penjemput yang datang dari Mehara, Sabu sementara berada di Kupang. Maka mereka harus ke rumah mendiang untuk mengambil Rau Kattu -nya yang pada tulisan pertama sudah saya uraikan tentang isinya . Namun agar ceritanya mengalir, perkenankan saya menungkapkannya kembali. Pada uraian sebelumnya tentang persiapan telah saya jelaskan bahwa kotak atau wadah Rau Kattu yang akan dibawa ke Luibali Mehara, Sa...

RAU KATTU (Bagian I: Persiapan)

Hari Rabu tanggal 19 Agustus 2020 adalah pertemuan persiapan yang ketiga. Persiapan terakhir sebelum berangkat membawa Rau Kattu ke Sabu. Pertemuan pertama dan kedua telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Pertemuan pertama hanya khusus di lingkup keluarga yang berduka. Pembahasannya adalah persiapan apa saja yang harus dibawa ke Sabu. Bawaan yang dimaksud adalah yang berhubungan dengan upacara Rau Kattu itu. Pertemuan kedua adalah pertemuan yang melibatkan kerabat yang lebih luas. Dan dalam pertemuan itu, Mone Ama yang memimpin dan mengarahkan acara dimaksud. Ia akan menanyakan dan meneliti segala persiapan yang telah dilakukan. Apakah sudah sesuai dengan yang dimintakan atau tidak. Dan seterusnya. Mone Ama adalah orang yang dituakan dalam sebuah klen atau keluarga Sabu. Ia adalah sesepuh, seseorang yang memiliki kharisma kepemimpinan dan pengaruh yang kuat. Dalam hal ini, klen Djami dikomandani Drs. Dumulyahi Djami, M.Si.  Pertemuan ketiga ini hanya semacam penge...