NEGARA BAGIAN TILONG
![]() |
| Peta Tilong Desa Oelnasi: google maps |
Kali ini, aku
akan menguraikan tentang kampung-kampung yang menjadi bagian dari Tilong. Sebab
Tilong bukan daerah tunggal. Ia terbentuk dari beberapa kampung. Ini aku
sampaikan supaya jikalau suatu ketika Anda sempat melancong ke kampungku ini
Anda tidak tersesat. Tapi aku jamin takkan tersesat sebab aku bisa menjadi
penunjuk jalan.
Anda tidak
perlu terkecoh dengan judul di atas. Itu hanya caraku membanggakan kampung
kecil ini kepada dunia. Aku sengaja menggunakan judul yang bombastis dan heboh.
Padahal cuma sebuah kampung kecil tak bermodel.
Tapi tidak
mengapa. Aku cuma sedang mencoba mengangkat namanya ke permukaan. Sebagaimana teman-teman
memperkenalkan daerahnya kepada dunia luar. Hanya itu mimpi kecilku. Bahwa ada
sesuatu di sana yang patut dunia ketahui. Jadi jangan berpikir bahwa saya
sedang atau akan mendirikan Negara baru. Jauhlah api dari panggang!
Lagian apa kapasitasku untuk membentuk
Negara sendiri. Aku bukanlah seorang politikus. Aku hanyalah seorang guru
kampung yang kebetulan tinggal di Tilong. Jadi itu adalah sesuatu yang tak
mungkin terjadi. Maka tak perlu lagi kuperpanjang tentang hal ini. Cukuplah
sudah.
Selanjutnya,
biarlah aku menyampaikan apa yang menjadi tujuan utama dari tulisan ini. Yaitu
untuk memberitahukan kepada khalayak tentang ‘negara-negara bagian’ yang ada di
Tilong. Namun, kiranya Anda tidak terganggu ketika mambaca nama-namanya.
Sebab tidak
ada satu nama pun yang bergendre internasional. Semuanya berasal dari ramuan
asli kearifan lokal. Dalam hal ini terbentuk dari kosa kata asli bahasa Timor
yang cukup kental. Sehingga kemungkinan pembaca akan sulit mengejanya.
Ada tujuh
kampung yang tergabung dalam induk semangnya, Tilong. Mereka adalah: Oepunu, Saekase, Fatukanutu, Oelnasi,
Oelbubuk, Nefosamene dan Kiuana. Dan semua wilayah ini berada di bawah
kekuasaan pemerintahan Desa Oelnasi.
Tilong
berbatasan dengan beberapa kampung yang mengapitnya. Di barat, ia berbatasan
dengan kampung Oehau. Nama ini sering
aku plesetkan menjadi Ohaio. Nama salah satu Negara bagian di
Amerika Serikat. Biar keren saja kedengarannya. Tidak masalah, bukan?
Yang menjadi tetangganya
di bagian selatan adalah Sabaat. Kampung ini merupakan salah satu penghasil
nira paling banyak karena banyak pohon lontar dan gewangnya. Tentang ini sudah
kuceritakan di artikel terdahulu dengan judul: Tilong dan Sumber Dayanya.
Di bagian
timur, Tilong berbatasan langsung dengan Amarasi Selatan. Kampung terakhir di jung
timur Tilong adalah Kiuana. Maka
boleh dikatakan bahwa Bendungan Tilong sebagai batas akhir di wilayah matahari
terbit.
Sedangkan di selatan,
ia bersebelahan dengan Oelpuah. Dari Oelpuah inilah yang pernah kuceritakan
bahwa Anda akan menikmati pemandangan indah. Yaitu pemandangan sawah yang
menghijau membentang luas di kaki gunung. Atau hamparan laut biru di kejauhan.
Itu kalau di
siang hari. Sedangkan ketika matahari sudah tenggelam, akan nampak suasana lain
yang tak kalah memanjakan mata. Ya, bila Anda melintas di tempat itu di waktu
malam, Anda akan menyaksikan cahaya lampu. Pijar sinarnya datang dari jalan,
rumah, pun laut yaitu dari perahu dan bagan penangkap ikan.
Selain dari Oelpuah, pemandangan keren lainnya dapat
Anda saksikan dari puncak bukit Oetete.
Yaitu ruas jalan baru sebagai akses lain ke Tilong. Dari sana akan kelihatan
rumah di sekitar Penfui dan birunya laut Bolok, Tenau dan Semau di siang hari.
Dan mata Anda akan dimajakan dengan pijaran cahaya lampu yang di darat hingga
ke laut lepas.
Kupikir itulah
yang bisa kusuguhkan kepadamu kawula pembaca yang terhormat. Suatu saat yang lain
atau kapan-kapan aku akan menceritakan padamu arti nama-nama kampung itu. Bukan
hanya artinya secara hurufiah tapi juga filosofinya, yaitu kenapa ia dinamakan
demikian.
Dengan
demikian kampung kecilku ini akan dikenal. Pengenalan akan dia bukan hanya
secara letak fisik geografis. Tetapi lebih dari itu, aku juga akan berusaha
sekuat dayaku untuk memperkenalkannya dari segi adat kebiasaan dan filosofinya.
Tabe, Pareng, Punten!
Tilong-Kupang,
NTT
Jumat, 3 September
2021 (09.09 wita)

Wow hebat sekali pa yolis...
ReplyDeleteHatur nuhun, Bu Nunung. Gb!
Delete