UBAH PTK JADI BUKU
I.
Pengantar
Selamat malam guru
guru hebat Indonesia. Malam ini kita akan mendapatkan materi tambahan kedua
dari ibu Hati Nurahayu dari Bandung. Adapun yang menjadi moderator adalah Ibu Fatimah
dari Aceh. Kepada Ibu Fatimah Omjay persilakan memandu acara kuliah kedua malam
ini.
Ini adalah pengantar
dari Omjay sebelum diserahkan kepada Ibu Fatimah sebagai moderatonya. Ibu
Fatimah akan mengendalikan jalannya pemaparan dan diskusi. Paparannya akan
disampaikan oleh Ibu Hati Nurahayu dari Bandung.
Judul materinya
adalah: Menerbitkan Buku dari Hasil Penelitian Tindakan Kelas. Kuliah daring
ini berlangsung pukul 19.00-21.00 wita pada hari Rabu tanggal 3 Juni 2020.
II.
Materi
Pembelajaran
Malam ini saya diberi
kesempatan oleh Omjay. Dadakan kemarin diminta beliau. Semoga bisa
menyampaikan tentang menerbitkan
hasil PTK.
Semua guru pastinya,
terutama yang diwajibkan menulis biasanya bagi PNS untuk memenuhi naik pangkat. Susah-susah gampang dalam menyusun atau menentukan latar belakang menentukan
PTK. Itu modal atau titik awal yang menentukan PTK dapat dilakukan.
Lalu setelah membuat
PTK dapatkah kita mendapatkan nilai PAK versi lain? Ini terutama bagi PNS. Selain
artikel untuk dijurnalkan, dapat pula kita jadikan buku. Buku ini memiliki
kebermanfaatan lain juga sebagai bahan literasi bacaan pendidik lain dalam
melakukan PTK-nya juga.
Banyak versi dan cirikhas
setiap guru dalam menyusun PTK. Saya menerima banyak naskah untuk diterbitkan
dari penulis. Dan tentunya saya tidak menerbitkan asal langsung cetak hasil
PTK. Tetapi mengubah terlebih dahulu selayaknya buku yang lebih oke
penampakannya untuk dibaca, juga menarik.
Bagaimana caranya? Ini
versi saya. Akan saya bagikan. Perlukah saya memberikan contoh terlebih dahulu
dari PTK? Ini misalkan contoh PTK sederhana saya tahun 2014. Lalu bagaimana saya
membukukannnya? Bisa menjadi 2 versi.
Saya mohon yang
menerima materi ini tidak mempublikasikan di web. Hanya untuk pribadi peserta
di sini. Karena saya pernah mendapatkan file
peuyeum bandung saya di share di salah satu penerbit terkenal tanpa meminta
izin terlebih dahulu ke saya. Dan saya belum menghubungi mereka.
Ini buku versi ke 2
yang saya susun bagaimana menerbitkan buku PTK. Teman-teman boleh menentukan, mau versi satu atau versi
saya yang pernah saya buat. silakan bebas memilih.
Ini merupakan
beberapa PTK dan Inobel maupunn best
practice yang saya terbitkan menjadi buku, karya sahabat guru nasional.
Ini juga, cara kita
mengambil judul dari PTK saya simpelkan. Salah satunya buku Omjay, PTK yang
telah lolos Inobel 2018. Dan menjadi buku saya ubah versi penyusunannya, agar
tidak seperti laporan Inobel atau PTK. Karena banyak penulis yang belum
mengubah PTK menjadi buku. Saya lebih mengarahkan mereka mengubah versi buku
terlebih dahulu.
Mungkin itu yang saya
sampaikan. Untuk pertanyaan silakan disampaikan semoga bisa membantu penulis
menyusun buku. Dan saya masih belajar. Mohon maaf bila salah dalam isi
penyampaian.
Dalam mengubah PTK
menjadi buku, penting sekali memperbannyak isi materi variabel bebasnya dari
kata kunci judul buku kita. Atau lebih memperluas isi bacaannya. Tentunya berdasarkan
sumber yang relevan.
Atau kata kunci dari
PTK kita. Banyak guru kebingungan mencari judul. Kita gak usah bingung, ambil
intinya saja buku kita jadi asik tuk dikembangkan menjadi buku bacaan juga dari
PTK kita.
III.
Tanya
Jawab
Pertanyaan 1 dari M.
H. Pahdi, Banjarmasin: “Apakah PTK yang
dijadikan buku bisa bisa dari 2 orang guru yang bersama-sama mlakukan PTK? Saat
liat di panduan itu PTK sepertinya hanya sebagai pelengkap dalam buku (sebagai
contoh saja). Apakah demikian?”
Boleh
dua orang. Kan buku beda lagi nilainya dengan PTK. Kita mengembangkan dari isi
PTK kita lebih ke versi buku seperti yang saya share filenya. Tidak masalah. Tetapi kalau dalam pembagian angka
kredit yang saya tahu kalau yang menulis bukunya berdua pastinya dibagi dua
untuk PAK. Amannya 70 halaman. Dan isi materi bahasan lebih diperbanyak jangan
sesimpel PTK.
Pertanyaan 2 dari Bu
Aam Nurhasanah, Lebak-Banten: “Assalamualaikum
Bu Hati. Senang sekali bisa kenal dengan sosok editor handal yang sudah
menyunting beberapa PTK menjadi buku. Pertanyaan saya: Bagaimana cara ibu bisa
menjadi editor handal dan bisa membuat tulisan menjadi menarik untuk dibaca? Apalagi
dari PTK bisa berubah menjadi buku. Keren sekali bu. Sukses terus.”
Terimakasih
bu. Saya masih belajar hanya membantu guru menerbitkan bukunya. Pastinya untuk
mengubah buku menjadi PTK, saya banyak membaca buku best seller, bagaimana mereka menyajikan materi untuk menjadi
sebuah buku. Melihat tata letak sebuah buku agar lebih menarik dibaca. Juga menyediakan
bacaan sumber lain. karena editor juga harus banyak membaca buku sumber
relevan. Setiap buku bervariasi tentunya. Ada yang sederhana menjadi luarbiasa
dari PTK. Tergantung isi konten PTK yang dibuat guru, dan kliknya ide kita
mengembangkan. Tetapi karena semakin banyak guru yang ingin dibantu mengubah
PTK, saat ini saya menyerahkan ke penulis mengubah terlebih dahulu agar belajar
juga membuat menjadi buku dari PTK-nya.
Pertanyaan 3 dari Fatlun
Thaib, Gorontalo: “Seberapa perlu
prasiklus dalam PTK? Boleh saran. Selain membuat resume materi, apa bisa di
bagikan tema tulisan. Agar peserta makin fokus menulis?”
Saat
saya menerima Research Grant Seaqis, PTK kita bila satu siklus berhasil tidak
apa. Kata Profesor penguji PTK saya tahun 2017. Ada rencana kita persiapkan 2
siklus apabila tidak berhasil. Dan PTK fokus ke inti permasalahan. Misalkan tentang
ke karakter, atau misal ke pemahaman. Jangan banyak indicator. Misal meningkatkan
keterampilan dan hasil belajar. Tapi fokus ke salah satu, ke keterampilan. Dan diperjelas
dalam tindakan juga refleksi. No 2 saya kurang paham.
Pertanyaan 4 dari Supyanto,
Kota Bekasi group 8: “Mohon penjelasan bagian-bagian
mana saja dari batang tubuh PTK yang dibuang, dan bagian mana pula yang perlu
tambah dari PTK supaya memenuhi syarat menjadi sebuah buku?”
Terimakasih
Pak Supyanto, salam kenal juga. Yang dibuang yang bagian misalnya pendahuluan. Bagian
kata-kata PTK-nya. Bagian yang ditambahkan di materi kata kunci PTK kita. Misalkan
judul Implementasi Media Stearofom
Pembelajaran Organisasi Kehidupan untuk Meningkatkan Kreativitas. Kita kembangkan
tentang Media (Pengetian, manfaat, jenis), Pembelajaran (materi tentang belajar
mengajar), Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya). Kita upayakan agar
pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi
buku. Bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan
kreativitas masing-masing yang berbeda sesuai penggalaman dan bacaannya yang
dia dapat. Semakin literatnya penulis akan semakin oke buku yang dia tulis. Karena
literasi rangkaian membaca, berpikir dan menulis.
Pertanyaan 5 dari Noralia,
Semarang: “Assalamualaikum selamat malam
Bu hati. Dari outline kedua versi buku PTK yang saya tangkap, apakah benar jika
versi buku PTK itu lebih ditekankan pembahasan pada tinjauan pustaka dan hasil
penelitiannya Bu? Data-data dan grafik yang didapat ketika penelitian apakah
ikut dimasukkan ke dalam versi buku? Apakah hasil penelitian R&D bisa juga
dijadikan sebuah buku ibu?”
Terimakasih
bu Noralia dari kelompok 8. Versi buku ke 2 itu PTK keseluruhan kita masukkan
dalam buku. Tapi diberi materi tentang PTK. Seperti yang saya contohkan. Itu pernah
ditulis oleh Omjay dan saya juga. Data grafik boleh dimasukkan. Itu bukti telah
diterapkan atau diaplikasikan di kelas, tidak masalah bu. R&D juga bisa
banget, yang tadi dikembangkan itu bu.
Pertanyaan 6 dari Santi,
Jayapura: “Assalamualaikum Bu Hati. 1. Untuk
PTK yang dijadikan buku, itu satu PTK saja atau harus kumpulan PTK? Apakah satu
best Praktice juga bisa dijadikan buku? Untuk dibuat jadi buku apakah harus
diseminarkan? Sekarang sudah pembelajaran K 13. Saya punya PTK tapi tahun
sebelum K13 dan pernah jadi juara di even My Teacher My Hero. Apakah boleh
dibuat buku?”
Wa'alaikumussalam
Bu Santi. 1. Kalau mau membuat versi penulisan 1 cara saya satu PTK saja. Kalau
mau versi dua bisa beri contoh PTK satu atau lebih. Banyakn juga yang menulis
Kumpulan PTK. Biasanya saya menuliskan pembuka dan isi materi sepintas tentang
PTK. 2. Satu best practice bisa jadi
buku. Sangat bisa dan dikembangkan oleh penulis juga. Tidak usah diseminarkan
tidak apa-apa. Bisa banget.
Pertanyaan 7 dari Eka
Lisdianty, SMAN 1 Kawali Ciamis: “Assalamualaikum,
bu. Izin bertanya. 1. Dalam PTK itu ada 3 siklus. Bagaimana jika di siklus
akhir hasilnya mengalami penurunan? Apakah PTK-nya harus diulang atau itu juga
bisa disebut dengan PTK? Apakah ada yang salah dalam penentuan variabelnya
apabila terjadi hal demikian?”
Wa'alaikumussalam.
Terimakasih Bu Eka. Kalau siklus dua meningkat sudah saja, kalau siklus akhir
menurun lakukan refleksi dan tindakan lagi bu. Variabelnya jangan terlalu
banyak. Bisa saja kita tidak berhasil karena tidak fokus menilai setiap
indikator dari variabel itu. Fokus satu variabel dan mendalam pembahasannya bu.
Itulah namanya PTK. Maaf PTK saya yang di-share
itu banyak variabel. Hanya contoh penyusunan saja. Itu penelitian dulu 2014.
Pertanyaan 8 dari Mahayu,
Bali: “Om Swastyastu Bu. Saya mohon saran.
Bagaimana caranya agar kita menerapkan suatu teori yang akan kita jadikan PTK
menjadi efektif? Karena karakter belajar dan psikologi siswa dalam satu kelas
sangat beragam? Terima kasih.”
Terimakasih.
Salam Bu Mahayu. Agar efektif pastinya sesuai dengan tindakan yang akan kita
lakukan. Jangan meluas bu. Sesuaikan kata kunci judul PTK kita. Karena kalau kita
bahas mendalam materi itu malah meluas juga. Jadi teori fokus ke kata kunci PTK
kita. Ibu cari bahasannya mau karakter apa ke psikologi? salah satu saja bu.
Pertanyaan 9 dari Wiji
(gelombang 8), Malang: “Assalamu'alaikum Bu
Hati. Menarik sekali membuat PTK menjadi buku. Selama ini saya hanya berpikir
hasil PTK dijadikan artikel jurnal. Pertanyaan saya, di bagian buku yang
manakah hasil-hasil penelitian ditulis (dimunculkan)?”
Wa'alaikumussalam.
Terimakasih Bu Wiji. Bagian yang diberikan tindakan, atau kata kunci PTK ibu.
Pertanyaan 10 dari Muh.
Said, Makassar: “Dalam penilaian Dupak
sering PTK tidak dapat nilai dari Tim penilai. Dari pengalaman ibu apa
kira-kira kekurangan sebzah PTK? Mohon jelaskan perbedaan PTK dengan Best
Practice!”
Terimakasih
Pak Said. Sebzah itu apa? PTK kalau buku harus berbeda dari buku, kalau PTK
mungkin ikuti sesuai peraturan di daerahnya masing-masing sebelum membuat PTK,
kalau buat naik pangkat. PTK dan best
practice sangat berbeda. PTK ada alur penelitian serangkaian observasi-rencana-tindakan-refleksi
juga bersiklus. Bila siklus satu tidak berhasil. Best practice pengalaman terbaik di kelas dengan sistematika
tertentu yang lebih simpel. Laporan PTK dapat dijadikan best Practice. Namun laporan best
practice tidak dapat dijadikan PTK. Itu menurut saya.
Pertanyaan 11 dari Yulius
Roma, Tana Toraja gelombang 8: “Selamat
malam Ibu Hati. PTK yang telah dibuat, ketika akan dibuat jadi buku, apakah
dilakukan daur ulang pada kalimat-kalimat yang digunakan atau hanya dipermak
pada sejumlah bagian? Kira-kira caranya seperti apa mengolah kalimat PTK
menjadi kalimat buku?”
Terimakasih
Pak Yulius. Bebas terserah penulis. Pokoknya harus beda dengan PTK yang kita
ajukan buat PTK. Dari susunan. Mau lengkap atau tidak lengkap, bisa ikuti cara
yang saya share bentuk pdf. minimal
70 halaman kertas A5 untuk menjadi buku. Mengolah kalimat PTK. Jangan ada kata-kata
laporan PTK dari pengantar atau di pembuka pada buku.
Yolis
Y. A. Djami (Tilong-Kupang, NTT)
Kamis, 4 Juni 2020 (12.21 wita)
Comments
Post a Comment