SENAM
Telah menjadi program nasional bahwa setiap hari Jumat adalah hari krida. Hari bakti sosial. Hari bersih-bersih lembaga di mana kita ada dan bekerja. Tak jarang juga bersih-bersih itu meluas sampai ke masyarakat sekitar. Membersihkan saluran air. Membakar sampah yang berserakan. Membersihkan taman-taman kota. Membersihkan rumah-rumah ibadah. Membersihkan gedung-gedung bersejarah. Bersih-bersih itu perlu demi kesehatan juga keasrian lingkungan. Ini sekaligus gerakan menghambat gerak covid.
Hari Jumat ini tanggal 15 Mei 2020 kami pun melakukan hal itu. Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur di Kupang melakukan apa yang mereka sebut sebagai gerakan peduli Covid-19. Kegiatannya antara lain: Senam erobik, bersih-bersih dan berbagi kasih dengan sesama di lingkungan kampus tercinta. Wujud berbagi kasihnya adalah dengan membagi-bagi sembako. Kegiatan ini dimulai dari jam tujuh pagi hingga berakhir pada pukul 11.45 wita.
Dimulai dengan senam erobik di halaman rektorat UPG 45 NTT yang berlokasi di belakang kantor Polresta Kota Kupang Jalan Manafe. Erobik yaitu kegiatan melakukan gerakan-gerakan yang sama secara bersama-sama mengikuti irama musik tertentu dalam kelompok besar. Erobik harus dipimpin oleh seorang instruktur agar gerakannya kompak dan bersemangat. Senam erobik kali ini dipimpin oleh Wakil Dekan Tiga FKIP UPG 45, Pak Oni Selan. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam. Pesertanya selain pimpinan Universitas, yaitu: Pak David Selan, Rektor UPG 45 NTT; Pak Ully Riwu Kaho, Wakil Rektor Tiga; para Dekan, dosen dan karyawan di lingkungan UPG 45 NTT.
Setelah rehat sejenak dari lelah segarnya senam erobik, dilanjutkan dengan bersih-bersih di lingkungan rektorat. Yaitu di halaman dan dua gedung bertingkat yang ada di lingkungan rektorat. Masing-masingnya, gedung rektorat yang berlantai tiga dan gedung Fakultas Hukum, Ekonomi, MIPA dan Pertanian yang berlantai empat. Semua peserta dibagi dalam kelompok-kelompok sesuai areal pembersihan yang dituju yang masing-masingnya dipimpin oleh satu ketua satuan. Karena kerjasama dan sama-sama bekerja maka hanya dalam sekejap kampus terlihat asri dan menawan.
Sesudah itu, kembali semua beristirahat mengembalikan energi yang telah terkuras dengan air mineral dan hidangan tradisional NTT. Agenda berikut adalah pembagian sembako. Demi tertibnya pembagian maka ada beberapa karyawan di rektorat yang dipercaya untuk mengontrol dan memimpin kegiatan dimaksud. Dan agar tidak terlewatkan dan/atau pendobelan pemberian/peneriamaan maka panitia atau mereka yang dipercaya untuk pembagian ini telah menyediakan daftar nama. Setiap mereka yang telah menerima harus memberi paraf sebagai bukti pengambilan. Kegiatan ini pun disaksikan oleh Ketua BPH PGRI NTT, Pak Sam Haning juga pengurus PGRI Kota Kupang yang dipimpin oleh ketuanya yaitu Ibu Nia Dethan. Akhirnya setiap pribadi dengan bekal sembako yang telah diterima kembali pulang ke tempat peraduan masing-masing dengan sukacita.
Ini adalah tindakan kemanusiaan yang terpuji. Karena di saat covid mewabah dengan sangat mengkhawatirkan ada kepedulian dari lembaga maupun perorangan yang bersedia meringankan beban hidup masyarakat bawah yang terdampak. Masyarakat yang merasakan kondisi yang berat tertindih. Yaitu mereka yang karena serangan wabah ini tidak memperoleh penghasilan padahal ada jiwa-jiwa yang harus dihidupinya di rumah. Oleh karena itu, UPG sebagai lembaga juga ikut mengambil bagian dalam meringankan beban hidup para karyawan dan dosennya.
Sebenarnya bila diukur secara materi tidak seberapa. Tapi nilai moral dari kepedulian itu yang menjadi fokus. Selain itu, apapun bila diterima dengan rasa syukur akan nikmat dirasa. Bahwa di saat kita susah tak berdaya masih ada yang perduli. Masih ada yang mengulurkan bantuan sebagai perpanjangan tangan Tuhan di muka bumi ini. Untuk itu, patut kami panjatkan ucapan syukur pada Tuhan Sang Khalik dan berterima kasih pada UPG karena berkat-Nya yaitu sembako yang kami terima. Semoga ini bukan yang terakhir tapi kiranya berlanjut hingga covid ngibrit terbirit menyingkir. Terima kasih, Uis Neno nokan kit ok oke (bahasa Timor) yang artinya Tuhan menyertai kita semua! Amin!
Hari Jumat ini tanggal 15 Mei 2020 kami pun melakukan hal itu. Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur di Kupang melakukan apa yang mereka sebut sebagai gerakan peduli Covid-19. Kegiatannya antara lain: Senam erobik, bersih-bersih dan berbagi kasih dengan sesama di lingkungan kampus tercinta. Wujud berbagi kasihnya adalah dengan membagi-bagi sembako. Kegiatan ini dimulai dari jam tujuh pagi hingga berakhir pada pukul 11.45 wita.
Dimulai dengan senam erobik di halaman rektorat UPG 45 NTT yang berlokasi di belakang kantor Polresta Kota Kupang Jalan Manafe. Erobik yaitu kegiatan melakukan gerakan-gerakan yang sama secara bersama-sama mengikuti irama musik tertentu dalam kelompok besar. Erobik harus dipimpin oleh seorang instruktur agar gerakannya kompak dan bersemangat. Senam erobik kali ini dipimpin oleh Wakil Dekan Tiga FKIP UPG 45, Pak Oni Selan. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam. Pesertanya selain pimpinan Universitas, yaitu: Pak David Selan, Rektor UPG 45 NTT; Pak Ully Riwu Kaho, Wakil Rektor Tiga; para Dekan, dosen dan karyawan di lingkungan UPG 45 NTT.
Setelah rehat sejenak dari lelah segarnya senam erobik, dilanjutkan dengan bersih-bersih di lingkungan rektorat. Yaitu di halaman dan dua gedung bertingkat yang ada di lingkungan rektorat. Masing-masingnya, gedung rektorat yang berlantai tiga dan gedung Fakultas Hukum, Ekonomi, MIPA dan Pertanian yang berlantai empat. Semua peserta dibagi dalam kelompok-kelompok sesuai areal pembersihan yang dituju yang masing-masingnya dipimpin oleh satu ketua satuan. Karena kerjasama dan sama-sama bekerja maka hanya dalam sekejap kampus terlihat asri dan menawan.
Sesudah itu, kembali semua beristirahat mengembalikan energi yang telah terkuras dengan air mineral dan hidangan tradisional NTT. Agenda berikut adalah pembagian sembako. Demi tertibnya pembagian maka ada beberapa karyawan di rektorat yang dipercaya untuk mengontrol dan memimpin kegiatan dimaksud. Dan agar tidak terlewatkan dan/atau pendobelan pemberian/peneriamaan maka panitia atau mereka yang dipercaya untuk pembagian ini telah menyediakan daftar nama. Setiap mereka yang telah menerima harus memberi paraf sebagai bukti pengambilan. Kegiatan ini pun disaksikan oleh Ketua BPH PGRI NTT, Pak Sam Haning juga pengurus PGRI Kota Kupang yang dipimpin oleh ketuanya yaitu Ibu Nia Dethan. Akhirnya setiap pribadi dengan bekal sembako yang telah diterima kembali pulang ke tempat peraduan masing-masing dengan sukacita.
Ini adalah tindakan kemanusiaan yang terpuji. Karena di saat covid mewabah dengan sangat mengkhawatirkan ada kepedulian dari lembaga maupun perorangan yang bersedia meringankan beban hidup masyarakat bawah yang terdampak. Masyarakat yang merasakan kondisi yang berat tertindih. Yaitu mereka yang karena serangan wabah ini tidak memperoleh penghasilan padahal ada jiwa-jiwa yang harus dihidupinya di rumah. Oleh karena itu, UPG sebagai lembaga juga ikut mengambil bagian dalam meringankan beban hidup para karyawan dan dosennya.
Sebenarnya bila diukur secara materi tidak seberapa. Tapi nilai moral dari kepedulian itu yang menjadi fokus. Selain itu, apapun bila diterima dengan rasa syukur akan nikmat dirasa. Bahwa di saat kita susah tak berdaya masih ada yang perduli. Masih ada yang mengulurkan bantuan sebagai perpanjangan tangan Tuhan di muka bumi ini. Untuk itu, patut kami panjatkan ucapan syukur pada Tuhan Sang Khalik dan berterima kasih pada UPG karena berkat-Nya yaitu sembako yang kami terima. Semoga ini bukan yang terakhir tapi kiranya berlanjut hingga covid ngibrit terbirit menyingkir. Terima kasih, Uis Neno nokan kit ok oke (bahasa Timor) yang artinya Tuhan menyertai kita semua! Amin!
Yolis Y. A. Djami (Tilong-Kupang, NTT)
Jumat, 15 Mei 2020 (13.57 wita)
Comments
Post a Comment