BELAJAR TERUS, TERUSLAH BELAJAR

Malam ini grup Belajar Menulis Daring Gelombang 7 mendapat pencerahan dari Bapak Sigit Suryono, S.Pd., M.Pd. Ia sehari-hari mengabdikan diri sebagai guru di SMPN I Wonosari Gunungkidul, DIY. Pria kelahiran 20 November 1976 di Sleman ini memiliki segudang prestasi yang akan membuat siapapun yang membaca riwayat prestasinya tak berhenti berdecak kagum. Pak guru Sigit menyelesaikan semua jenjang pendidikannya dari TK hingga ke tingkat magister di Daerah Yogyakarta.

Topik yang akan dielaborasi dan paparkan adalah: “Guru Menulis dan Berprestasi.” Secara terus terang ia menyampaikan bahwa untuk menulis ia tidak terlalu produktif. Ia baru menerbitkan satu buku kumpulan cerpen bersama istrinya yang hanya berisi 10 cerpen. Buku itu mereka beri judul: “Aku Ingin Menghitung Rembulan.” Dengan tertatih selama sembilan tahun baru mereka dapat merampungkan kumpulan cerpen itu. Dan ia menyatakan dengan gamblang: “Betapa sulitnya saya membuat karya.” Tapi jangan salah paham, untuk buku beliau memang kurang produktif tapi ia sangat kaya dalam menelorkan karya tulis dalam bentuk artikel, berita dan tutorial. Semua karyanya itu ia unggah di ceget.info dan inobel.id.

Untuk menjadi juara 1 Guru berprestasi tingkat Nasional pada Tahun 2015 ia harus berjuang dari bawah sejak tahun 2006 mulai dari menghadiri beberapa simposium. “Pendidikan amat penting bagi kita saat akan terjun ke dunia kerja,” urainya. Dampak dari mengiktui simposium beliau mulai diminta untuk mengajar powerpoint, flash, blog, dan lain-lain di berbagai sekolah di wilayah Kabapaten Gunungkidul, lintas MGMP, dan juga diminta untuk menjadi trainer kegiatan di tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi.

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan-keterampilan di atas, ia beranikan mengikuti lomba namun hasilnya nihil. Ia pernah menjadi finalis sebanyak enam kali tapi tidak pernah juara. Kegagalan-kegagalan di awal mengikuti lomba di tingkat nasional itu dikarenakan ketika memaparkan presentasinya ia sering keluar dari pokok media atau penelitian yang dibuat (yang dilakukannya adalah menyampaikan tentang diri pribadi, prestasi apa yang dimiliki; membanggakan organisasi, sekolah, dan lainnya sehingga tidak fokus pada materi yang harus dipresentasikan). Belajar dari kegagalan-kegagalannya, ia menyarankan siapa saja yang ingin mengikuti jejaknya agar terus belajar, belajar, dan belajar. Belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja, seperti slogan Rumah Belajar. Intinya belajar terus dan terus belajar. Tiada hari tanpa belajar.

Tilong-Kupang, NTT
 Jumat, 17 April 2020

Comments

  1. Ulasan yang menarik pak guru. keetulan Pak sigit adalah teman seperjuangan di Guru Prestasi 2015 dan sama2 di beri penghargaan short course di Melbourne di tahun 2016 lalu. ayo, semangat pak Guru...katong pasti bisa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

BERIRING

AKU ADA SEBAGAIMANA AKU ADA KARENA MEREKA ADA BAGIKU

CINTA=KENTUT