BULAN BIRU DI LANGIT HITAM TILONG
![]() |
| Fenomena Blue Moon: tribunnews.com. |
Hari ini tanggal 22
Agustus 2021 telah diprediksi oleh para ahli akan ada fenomena langka. Sebuah
fenomena alam yang mereka sebut dengan nama Blue
Moon. Disebut demikian karena bulan purnama yang nampak nanti akan bernuansa
warna biru.
Warna kebiruan bulan
purnama yang ditunjukkan berasal dari abu vulcanik letusan gunung berapi. Dan
fenomena ini terjadi dalam 2 atau 3 tahun sekali. Demikian penyampaian dari
Andi Pangeran, seorang peneliti LAPAN. (Rachmatunnisa-detikinet, Jumat 20
Agustus 2021)
Benar saja bahwa bulan
bulat sempurna berwarna biru itu mulai menampakkan wajahnya sejak pukul 18.00
wita. Ia tampak berseri dengan latar hitam langit di Tilong. Dan ia terus
bergerak perlahan nan anggun melalui lintasannya menuju peraduannya.
![]() |
| Bulan Biru di Langit Hitam Tilong: dokpri. |
Aku melihat
pergerakannya yang berlenggok bag peragawati itu ketika hendak menuju suatu
tempat. Suatu tempat yang entah di mana sesungguhnya? Ia terus mengawasiku
dengan wajahnya yang penuh senyum ceria. Seolah ia sedang ingin menggumamkan
suatu melodi cinta padaku.
Sebaliknya, aku membiarkan
dia bermain-main dengan rasanya sendiri. Sementara aku sibuk dengan urusanku
sendiri yang tak mungkin kutinggalkan demi membalas perhatiannya padaku. Tetapi
dia takmau kehilangan aku. Ia senantiasa berusaha mendapatkan balasan dariku.
Entah bagaimana
selanjutnya? Aku taktahu. Yang pasti aku fokus menyelesaikan semua urusan dan
persoalan yang sedang kuhadapi. Tapi dalam hati aku berharap semoga ia tak
membenciku. Semoga urusanku cepat selesai dan aku bisa menikmati wajahnya yang
bulat berseri itu.
Memang sulit untuk tidak
memperhatikannya. Sebab sekalipun aku meninggalkannya, ia selalu dan terus
mengikutiku tanpa lelah. Ia tidak jemu menghadapkan senyum genitnya padaku. Dia
sungguh setia menunjukkan belas kasihnya. Dia tak beranjak menatapku.
Sesudah urusanku selesai
aku bergegas pulang rumah. Aku ingin menceritakan kepada pembaca betapa ia
begitu setia mengikutiku memancarkan cahaya wajahnya yang hangat. Aku membuka
pintu rumahku dan membelakanginya tanpa pamit padanya.
Aku langsung membuka
laptopku di singgasana yang biasa. Aku bercengkerama dengannya dan terus
mengukir kata demi kata berulir. Sekalipun dia berulir tapi kuharap dia tak
memusingkanmu. Tapi sekiranya ia (ceritaku ini) masih memusingkanmu akibat
ukiran kata yang berulir mengalir, maafkanlah.
Sebelum kututup ceritaku
ini, perlu kusampaikan permohonan maaf. Sebab di alinea pertama kusebut hari
ini yang seharusnya kemarin. Karena aku telah memulainya kemarin malam tapi
baru dapat kutuntaskan hari ini. Jadi biarlah dia begitu adanya. Intinya aku
telah menyampaikan suatu situasi yang menginformasi pembaca.
Akhirnya, ijinkanku
menucapkan selamat malam dan selamat beristirahat. Tidurlah dengan nyenyak
memeluk mimpi indahmu. Kiranya besok kita dapat bersua kembali dalam sukacita
sehat yang Tuhan karuniakan.
Kiranya pula aku masih
diberi kesempatan untuk dapat menikmati fenomena langka itu lagi. Yaitu wajah seri
bulan biru berlatar langit hitam di Tilong pada periode berikut dan berikutnya
lagi.
Tabe, Pareng, Punten!
Tilong-Kupang,
NTT
Minggu, 22 Agustus 2021 (23.43 wita)


Comments
Post a Comment